Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Pertemuan Hangat Guru dengan Insan-Rubah & Konferensi-Nya dengan MAPA dan Para Raja Buddha,Bagian 2 dari 11

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Untuk bisa masuk Surga, kalian harus menjadi seperti Surga. Para makhluk Surgawi, mereka tidak menipu, tidak berbohong, tidak membunuh, tidak melakukan aktivitas seksual yang salah, apalagi memerkosa anak-anak. Kalian harus memiliki pahala, kalian harus memiliki Kuasa langsung dari TUHAN dan Perintah dari TUHAN, bahkan jika kalian seorang Buddha, untuk menyelamatkan orang lain. Namun, entitas sejahat Trần Tâm sama sekali tidak layak bahkan untuk memakan debu dari kaki para Buddha masa lalu mana pun. Tapi, dia begitu terbuai oleh ketamakan akan ketenaran dan keuntungan sehingga melupakan semua itu. Yah, saya harap dia ingat sekarang, karena saya tidak lagi diizinkan untuk menyelamatkannya.

Tiga kali adalah batas maksimal untuk pelanggaran atau permintaan apa pun. Oleh karena itu, ketika Sang Buddha meminta Ānanda, mengatakan bahwa jika Dia meminta-Nya tetap tinggal di dunia, maka Dia akan. Namun, pada saat itu Ānanda tampaknya dikaburkan oleh kekuatan negatif, sehingga Dia tidak mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha. Tiga kali Sang Buddha meminta-Nya, tiga kali pula Dia tetap diam. Jadi, Sang Buddha tidak punya pilihan selain meninggalkan para makhluk hidup yang ingin Dia selamatkan, dan pergi ke Nirwana pada waktunya – tiga bulan kemudian. Itu sangat menyedihkan, sangat menyedihkan bahkan hanya memikirkan hal itu. Bayangkan jika kita memiliki Buddha yang hidup ini, Buddha Shakyamuni, selama ini bersama kita. Oh, betapa indahnya dunia ini jadinya jika Dia dapat mengajar semua makhluk hidup, semua manusia di Bumi bagaimana menjadi seorang Buddha. Saya selalu menghela napas sedih ketika mengingat kejadian ini.

“Dan Sang Bhagavā berkata: ‘Siapa pun, Ānanda, yang telah mengembangkan, berlatih, menerapkan, memperkuat, memelihara, meneliti, dan menyempurnakan empat unsur kekuatan psikis, maka jika Dia menghendakinya, Dia dapat tetap berada di dunia ini selama satu periode dunia atau hingga akhir periode tersebut. Sang Tathagata, Ānanda, telah melakukannya. Oleh karena itu, Tathagata dapat, jika Dia menghendaki, tetap tinggal sepanjang suatu periode dunia atau hingga akhir periode tersebut.’ Namun, Yang Mulia Ānanda tidak mampu memahami isyarat yang jelas itu, dorongan penting, yang diberikan oleh Sang Bhagavā. Seolah-olah pikiran-Nya dipengaruhi oleh Mara, Dia tidak memohon kepada Sang Bhagavā: ‘Semoga Sang Bhagavā tetap tinggal, ya Tuan! Semoga Sang Bhagavā tetap tinggal, ya Tuan, sepanjang periode dunia ini, demi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang, atas dasar belas kasih kepada dunia, demi manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia!’ Dan ketika untuk kedua dan ketiga kalinya Sang Bhagavā mengulangi kata-kata-Nya, Yang Mulia Ānanda tetap diam. Maka Sang Bhagavā berkata kepada Yang Mulia Ānanda: ‘Pergilah sekarang, Ānanda, dan lakukanlah apa yang menurutmu pantas.’ ‘Baiklah, ya Tuan.’ Dan Yang Mulia Ānanda, bangkit dari tempat duduk-Nya, dengan hormat memberi salam kepada Sang Bhagavā, dan dengan sisi kanan-Nya menghadap ke arah-Nya, duduk di bawah pohon yang agak jauh. Dan setelah Yang Mulia Ānanda pergi, Mara, si jahat, mendekati Sang Bhagavā. Dan berdiri di samping, ia berkata kepada Sang Bhagavā, ‘Sekarang, ya Tuan, biarlah Sang Bhagavā mencapai parinibbana-Nya; biarlah Sang Bhagavā benar-benar pergi! Waktunya telah tiba bagi Tuan untuk Parinibbana.’” Kutipan dari Digha Nikaya 16 dari Sutta Maha-Parinibbana

Setelah insan-rubah itu datang untuk memberi tahu saya, meyakinkan saya bahwa saya aman, dia pergi, tapi dia terus menangis di sekitar saya selama beberapa waktu, sekitar setengah jam lamanya. Dan saya merasa sangat kasihan. Saya bahkan tak diizinkan memberinya nama, tapi dia mempraktikkan apa yang telah dia pelajari dari saya lebih dari 200 tahun yang lalu, sebelum dia meninggalkan tubuh manusia dan mengambil wujud insan-rubah. Saya bertanya kepadanya mengapa dia datang untuk memberi tahu saya hal itu, karena di dalam hati saya, saya sendiri bertanya-tanya, saya tidak ingat pernah membantu insan-rubah mana pun atau melakukan sesuatu yang baik kepada insan-rubah itu. Yah, kecuali kami menampilkan beberapa gambar insan-rubah yang telah berteman dengan manusia dan memiliki hubungan yang sangat dekat dan akrab dengan seorang pria tua yang merawatnya. Dalam iklan kami, di Supreme Master TV kami, kami menampilkan banyak keindahan, kebaikan, dan kecerdasan insan-hewan, dengan harapan orang-orang akan memahami bahwa para insan-hewan, mereka baik, mereka cerdas, mereka sama seperti kita.

Beberapa insan-hewan tidak ditugaskan atau tidak secara sukarela datang ke dunia ini untuk membantu manusia. Sebagian berubah menjadi insan-hewan karena karma mereka, seperti insan-rubah ini. Jadi sekarang saya mengerti mengapa dia datang, karena saya pikir saya tak mengenal insan-rubah mana pun secara pribadi, dan saya belum pernah membantu (insan-)rubah mana pun dalam situasi apa pun. Dan sekarang saya mengerti. Jadi, (insan-)rubah itu bilang bahwa alasan dia datang untuk memberi tahu saya bahwa saya aman dan tidak perlu khawatir adalah karena pertobatannya dan rasa syukurnya atas ajaran saya, dan bahwa saya telah menerimanya lebih dari 200 tahun yang lalu sebagai murid, atas dasar kebaikan hati, welas asih, dan saya tak mengambil apa pun darinya, tak meminta apa pun darinya, tidak membuatnya melakukan apa pun untuk saya. Jadi, dia benar-benar tulus dan menyesal sekarang. Saya berharap dia berlatih dengan baik dan berevolusi menuju kehidupan manusia lagi, dengan harapan TUHAN akan sangat Berbelas Kasih untuk mengizinkan saya mengangkatnya ke Alam Baru Tim Qo Tu saya, sehingga dia akan terbebas dari segala penderitaan dan menjadi suci, mulia, dan saleh di Tanah saya.

Rubah tanpa-nama, saya dengar. Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu punya cukup makanan hari ini? Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu punya cukup makanan hari ini? Dingin sekali. Mengapa kamu harus datang dari jarak yang begitu jauh? Terima kasih telah berkunjung. TUHAN memberkatimu. Kwek? Kwek? Kwek? Ada apa? Saya mendengarkan. Beri tahu saya. Terima kasih. Katakan kepada saya siapa dirimu. Apakah itu insan-rubah tanpa-nama lagi? Lady Fox [Puan Rubah]? Terima kasih sudah berkunjung. Dan terima kasih telah menyampaikan kabar baik itu kepada saya. Semoga TUHAN lebih memberkatimu lagi dan menunjukkan Kasih-NYA kepadamu. Saya juga sangat mencintaimu. Hanya dari suaramu saja, saya sudah sangat mencintaimu. Ada hal lain lagi? Kalau begitu, pergilah beristirahat. Istirahatlah dengan baik – tidak perlu bepergian begitu jauh setiap malam untuk berbicara dengan saya seperti itu. Terima kasih. Saya doakan yang terbaik untukmu, oke?

Insan-rubah tanpa-nama. Bagi saya, kamu adalah Lady Fox. Saya sangat mencintaimu. Terima kasih atas cintamu, perhatian, dan kepedulianmu, serta pesan indah dan energi penuh kasihmu. Saya sangat tersentuh. Semoga kamu diberkati dengan berlimpah. Semoga apa pun tujuanmu dalam berlatih rohani segera tercapai, dan kamu akan memiliki kehidupan yang lebih bahagia setelah itu. Semoga kamu dapat menemukan Guru sejati di kehidupanmu selanjutnya sebagai manusia untuk mencapai pembebasan dan mencapai evolusi setinggi-tingginya. Saya mencintaimu. Saya mencintaimu, mencintaimu. TUHAN memberkati, sayangku, TUHAN memberkati. Kamu adalah jiwa yang indah, kamu tahu itu? Selamat malam, puan, rubah cantik. Semoga kamu bermimpi indah. Ingatlah TUHAN. Ingatlah baik-baik bahwa kamu berasal dari Ilahi. Kamu adalah Cinta TUHAN, Cinta abadi. Ingatlah aku, aku sangat mencintaimu. Ingatlah aku, aku mencintaimu selamanya. Tidurlah nyenyak, puan rubah. Saya mencintaimu, sungguh mencintaimu.

Kwek kwek. Apakah kamu si insan-rubah? Kwek, kwek, kwek. Saya mencintaimu. Kwek, kwek. Kwek. Kwek, kwek, kwek. Kwek kwek. Terima kasih. Oke, terima kasih. Saya tidak akan. Saya tidak akan khawatir. Apakah kamu cukup makan hari ini? Ya? Apa yang kamu makan? Oh, cacing? Ya, cacing-cacing itu, mereka tidak merasakan sakit. Mereka tidak memiliki mekanisme tubuh untuk merasakan sakit. Jadi, kamu tidak makan insan-hewan besar, seperti insan-ayam atau anak ayam atau bebek kecil dan insan-burung dan semua itu? Tidak? Anak yang baik. Oh, gadis baik, maksud saya. Gadis yang baik. Kamu sudah tidak bernyanyi lagi? Bisakah kamu bernyanyi seperti saat pertama kali datang menemui saya? Suaramu sangat indah. Astaga, saya tidak tahu kalau kamu bisa menyanyi. Suaramu begitu indah dan tinggi, begitu jernih dan murni, seperti suara malaikat yang bernyanyi. Bisakah kamu bernyanyi lagi untuk saya, rubah tanpa-nama?

Terima kasih sudah berkunjung dan terima kasih sudah peduli kepada saya. Saya sangat mencintaimu. Semoga TUHAN memberkatimu selamanya. Semoga kamu mencapai tujuanmu dan menjadi manusia lagi. Kamu pantas mendapatkannya. Setelah 200 tahun, kamu seharusnya menjadi manusia lagi, jika itu yang kamu inginkan. Saya akan mendukungmu, oke? Dan jika kamu menjadi manusia lagi, ketika mencapai usia dewasa, semoga kamu bertemu dengan seorang Guru yang sangat tercerahkan, penuh kasih, perhatian, dan mengangkat. Saya tak yakin apakah saat itu saya masih akan ada di sini, tetapi saya mendoakan yang terbaik untukmu. Oke, rubah tanpa-nama? Kamu datang setiap malam untuk berkunjung. Kamu tinggal terlalu jauh. Bahkan satu kilometer pun, itu sangat jauh bagi saya untuk berjalan kaki. Terima kasih telah berjalan ke sini untuk menemui saya. Maaf, di sini sangat gelap. Saya tidak ingin keluar dengan lampu besar dan menakutimu. Saya mencintaimu. Kwek, kwek, kwek. Kwek, kwek. Sampai jumpa lagi. TUHAN mencintaimu. Saya mencintaimu.

Tolong jaga dirimu, oke? Di luar gelap. Dan dingin. Tolong jangan terus datang ke sini; terlalu jauh. Jika kamu benar-benar ingin datang sesering ini setiap malam, mungkin kamu bisa mencari rumah di suatu tempat di dekat sini. Atau kamu juga bisa tinggal di hutan saya, jika itu nyaman bagimu. Saya mencintaimu, tanpa-nama. Saya mencintaimu, Lady Foxy. Semoga kamu merasakan Cinta TUHAN, Berkah TUHAN, Rahmat TUHAN, dan Perlindungan TUHAN. Terima kasih. Saya percaya kepadamu. Saya merasa aman di sini, seperti yang kamu katakan. Saya merasa aman, jangan khawatir, oke? Terima kasih atas cinta dan perhatianmu. Dan saya juga akan mendukungmu, sebisa mungkin, agar kamu dapat mencapai tujuanmu di kehidupan ini. Tapi saya sangat tersentuh karena kamu berusaha setiap malam untuk datang dari jarak yang begitu jauh untuk menemui saya. Harap jaga dirimu dan keselamatanmu. Oke? Mencintaimu. TUHAN memberkati.

Photo Caption: “Di KAMPUNG-HALAMAN-KUNO, Matahari Tak Pernah Terbenam”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (2/11)
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-10-29
1735 Tampilan
Acara
2026-10-29
1126 Tampilan
32:42
Berita Patut Disimak
2026-10-28
1457 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-28
2123 Tampilan
Hidup Sehat
2026-10-28
1716 Tampilan
31:45
Berita Patut Disimak
2026-10-27
1799 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh