Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Wawancara Media dengan Maha Guru Ching Hai (vegan), Bagian 6 dari 12

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Guru membahas musik dan spiritualitas, serta kelayakan menyelenggarakan acara penghargaan hiburan.

Saya suka hujan. Karena hujan itu seperti pesan yang diturunkan dari Surga. Saat hujan turun, itu juga seperti jembatan yang menghubungkan Surga dan Bumi. Jadi saya sangat suka hujan. Saya sering mendengarkan hujan dan menanti hujan bersama para murid saya. Itulah kenapa saya menulis lagu ini.

Ke mana pun engkau pergi, Ingatlah daku saat hujan turun, Ingatlah daku saat hujan turun. Sayangku… Saya sudah batuk selama berbulan-bulan. Pasti suaranya sangat mengganggu . (Tidak, suara Anda sangat bagus, Guru.) (Suara Anda sangat bagus.) Ya ampun, saya batuk banyak sekali! (Suara Anda sangat bagus. Anda bisa mencapai nada rendah maupun nada tinggi.)

Engkau tahu betapa kesepian diriku, Rintik hujan bangunkan kenangan akan Negeri asalku nun jauh. Mengenang awan, air, ORANG ITU.

“NGƯỜI” dalam huruf besar, ditulis dengan huruf kapital. “NGƯỜI” merujuk kepada TUHAN, kepada MAKHLUK ILAHI. (Kedengarannya bagus.) Ah. Kurang lebih begitulah. Masih ada banyak lagi. (Ya, dan Guru juga lelah hari ini.) (Baiklah, kami akan pergi sekarang.) (Oke.) Mau mencetak koran? (Terima kasih banyak, Guru!) Oke. Sama-sama. (Terima kasih, Guru.) Waktu saya sangat sedikit. Kalau tidak, jika kalian suka musik, saya bisa duduk di sini seharian menyanyi untuk kalian dan membacakan puisi juga. Saya suka melakukan itu. Kalian suka mendengar pembacaan puisi? (Ya, saya suka.) Kalian suka puisi, kan? (Ya, tentu saja.) Ah, jadi kalian memang suka.

Lagu itu “Người Tình” (Cintaku), juga bisa dibacakan sebagai puisi. (Ya.) Oh, apa lagu berbahasa Âu Lạc (Vietnam) yang lain itu? “Saat Ia berbisik ke telingamu” Saya mengaransemen lagu itu dengan gaya Twist. Ini adalah lagu Âu Lạc (Vietnam), tetapi versi bahasa Inggrisnya bergaya Twist.

Saat Ia berbisik ke telingamu Ke telingamu, ke telingamu, ke telingamu, ke telingamu Lagu Cinta dari zaman purba, zaman purba, zaman purba.

Saat Anda bernyanyi, Anda butuh musik; tanpa itu… Bernyanyi spt ini sangat membosankan. Apa Anda sedang terburu² sekarang? Anda ingin pulang, kan? (Tapi Anda belum makan, kan?) Putarlah musiknya dan temani saya saat saya menyanyikan lagu itu. Izinkan saya menyanyikan lagu Twist itu untuk orang-orang ini.

(Tapi Guru belum makan, kan?) Hah? (Guru belum makan…) Tidak apa-apa. Saya makan agar bisa minum obat, bukan karena… Beberapa hari terakhir ini, saya belum… Itu karena saya belum makan pada waktu yang teratur. (Ya.) Biasanya, saya makan sekali sehari. (Ya.) Satu kali makan, atau mungkin satu setengah atau dua kali makan. Kira-kira begitu. Cukup untuk menjalani hari. Saya kecil, jadi saya tidak makan banyak. Bahkan bertubuh kecil bisa merepotkan, ya? Bahkan pakaian saya, yah… (Ukuran kecil, ukuran terkecil.) Ukuran ekstra S (kecil). Dan saya juga tidak banyak makan atau minum.

Apakah kalian ada urusan? Kalau tidak, kalian bisa duduk di sini sebentar, oke? Kalau sibuk, tidak apa-apa juga. (Tidak, sama sekali tidak. Ya.) Tong (…), Tong (…). (Oke, minta mereka datang.) Minta mereka siapkan sekantong hadiah untuk semua orang. (Oke. Oke.) Tong (...) lebih tahu tentang itu. (Oke.) (Yang ini paling praktis, kan?) (Yang paling praktis.)

Saya akan menyanyikan lagu Twist dan memberi kejutan kecil buat para pria ini! Anda kira latihan spiritual itu membosankan dan menjemukan, ya? Nah, latihan spiritual di sini sungguh menyenangkan! (Sebenarnya, di zaman dahulu, bahkan Konfusius pun menekankan pentingnya ritual dan musik.) Ya, benar, benar. Musik paling mudah menyentuh hati manusia. (Musik harus selaras dengan ritual.) Sekarang saya berpikir mungkin saya harus menjadi penyanyi, ya? Karena tak mau dengar saat saya bicara, mending saya nyanyi untuk mereka. Bernyanyilah agar benar-benar meresap, ya? (Ya.) Ada banyak lagu bagus. (Agak mahal, ya?) (Ya.) Ya. (Keyboard ini mahal, tahu kan?) Mengenai puisi-puisi itu, kalian bisa menerbitkan mana saja yang kalian suka. (Ya.) Saya sudah menulis banyak lagi, tapi saya sudah benar-benar melupakannya. Sangat banyak. (Ada orang yang dapat membantu menyediakan puisi Anda. Itulah mengapa Anda butuh asisten pers, Guru.) Oh, saya mengerti. (Sediakan untuk semua orang.) Saya juga cenderung lupa.

(Guru sudah menerbitkan begitu banyak buku.) (Banyak.) Tidak, murid² saya yg mencetaknya. (Ya.) Saya hanya memberikan ceramah, lalu mereka menuliskannya dan mencetaknya. (Mereka bahkan mencetaknya dalam tujuh atau delapan warna.) (Akan ada sebuah buku, sesuatu seperti buku-buku yang...) (Yang di sana itu untuk...) Untuk kedua pria ini? (Ya.) Oke. Siapkan beberapa… Anda menyiapkan itu… Tong (…). (Ya, sudah disiapkan.) Siapkan sesuatu yang berbeda untuk keduanya ini. Keduanya ini sudah menerima itu di Waikiki. (Ya.) Keduanya ini harus berbeda. Lalu berikan dua lagi kepada dua orang lainnya. (Oke.) Atau berikan dia dua set ekstra itu. Dan semua lain dapat yang sama. Beri keduanya ini dua set ekstra. Mengerti? (Mengerti.) Lalu lakukan dengan cara yang sama seperti di Waikiki. Mengerti? Yang di Hawaii.

Kenapa Anda tertawa? (Saya hanya merasa itu lucu.) Hah? (Dia hanya senang.) (Mungkin dia senang karena melihat Anda senang, Guru.) Oke. (Sedikit lebih tinggi.)

Terbanglah! Kembali ke Surga… Tidak apa-apa. Nadanya indah. Ini, berikan ke saya. Berikan itu ke saya.

Jika Anda sedang terburu-buru, beri tahu saya. (Kami senang mendengarkan, hanya mendengarkan.) Nah, Anda bisa dengarkan gratis. Nanti, Anda mungkin berkata, “Dia tidak mengizinkan saya pulang.” Baiklah, tidak apa-apa.

Oke. Biarkan saja begitu. Jaga volumenya tetap rendah. Peralatan ini tidak terlalu bagus. Baiklah, sudahlah. Biarkan saja. Oke, baiklah. Sabar saja dulu. Kali ini, ini bukan yang asli. Nanti, saat saya merilis musiknya, saya akan berikan ke Anda. Oke? (Ya.) Begitu musiknya selesai, saya akan memberikannya kepada Anda. (CD.) Saat sudah ada di CD, saya akan memberi Anda satu. Ya. Tidak, tidak, lupakan saja. Lagipula ini hanya versi sementara. Tunggu sampai saya menyanyikannya dgn benar… (Kami mengambil foto-foto ini untuk dikirimkan kepada Anda, Guru, dan kami juga akan ada sesuatu untuk dipublikasikan.) Oke. Apakah mereka sedang menari? Beri tahu saya kapan harus mulai bernyanyi.

Saat Dia berbisik di telingamu. Buat suaranya lebih keras. Lagu Cinta sejak zaman dahulu, zaman dahulu... Anda tidak nyanyi? ...zaman dahulu.

Ini butuh paduan suara yang besar biar berhasil, biar seru. Kau tahu. Kau tahu bahwa kaulah. Saya lagi tak mood hari ini, jadi saya tidak bernyanyi dgn baik. Saya akan bernyanyi apa adanya.

Kau tahu, kau tahu bahwa kau adalah kesayangan, kesayangan bintang-bintang Surgawi. Oh, tidak, tidak. Band ini mengerikan. Sepertinya suaranya tidak bagus, ya? Tidak bagus. (Mungkin karena tidak ada efek gema. Anda butuh itu untuk menyanyi.) Oh, begitu. Ini tidak benar. Lihat, itu karena tidak ada nada yang bergema.

Sudahlah, berhenti, berhenti. Akan membuat saya kehilangan muka. (Guru akan kehilangan muka.) Tidak, orang-orang mungkin mengira saya tak bisa bernyanyi dengan baik. (Tolong pegang mikrofonnya, Guru.) Ah, lupakan saja. Kapan? (Guru, tolong tampilkan pertunjukan musik agar semua orang bisa menikmatinya.)

(Keduanya berhasil ke babak final.) Tidak apa-apa. (Penghargaan akan diserahkan minggu depan.) Oh, benarkah? Mereka pasti sangat berbakat, ya? (Guru, mungkin Anda bisa memberikan hadiah untuk pemenangnya, untuk penyanyi terbaik.) Oh, benarkah? (Ya.) (Guru bisa mengirimkan hadiah kepada pemenang pertama.) (Ya, tentu saja.) (Jadi, Guru bisa memberi kami sesuatu untuk dipegang pas berdiri; Anda tinggal serahkan saja ke kami untuk dibawa ke sana…) Oke. Oke, itu bisa. (Jangan berikan barang-barang itu. Barang-barang itu tidak ada hubungannya dgn kegiatan bantuan.) (Tidak, barang-barang itu bukan untuk amal.) Benarkah? Jadi, tidak? Saya tak boleh berikan apa pun? (Tidak.) (Lebih baik tidak.) Mengapa tidak? Tidak, ya? Kenapa pendapat setiap orang berbeda-beda? Apa yang harus saya lakukan kini? Jadi, apakah saya harus berikan sesuatu atau tidak? (Kami tadi cuma membicarakan itu untuk iseng aja, tapi…) (Kalau Guru mau memberi, maka berikan saja saat komunitas orang Âu Lạc (Vietnam) melakukan kegiatan sosial.) (Kegiatan amal.) (Ya, kegiatan amal. Orang-orang ini sudah menjadi penyanyi sukses, jadi tidak perlu memberi mereka apa-apa lagi.) (Tapi, Vietnam Post memang membagikan enam piala.) (Juara pertama, kedua, dan ketiga untuk wanita; dan juara pertama, kedua, dan ketiga untuk pria. Itu hanya hiburan. Itu tidak benar² membantu mereka.) (Tapi ada lebih dari itu; ada banyak alasan. Saya dengar itu cuma buat seru²an.) (Karena hal-hal seperti itu hanya untuk bersenang-senang.) Oh. (Itu lebih ke urusan pribadi.) (Itu cuma buat seru-seruan.) Biarkan saja mereka. Itu masih lebih baik. Lebih baik daripada mereka pergi dan melakukan hal buruk. (Yah, itulah hal yang selalu mereka lakukan. (Ini beda.) (Yah, itu pilihan mereka. Mereka harus menanganinya.) Baiklah, ayo kita voting. (Itu terserah mereka.)

Haruskah kita berikan penghargaan atau tidak? Yang setuju untuk memberikannya, angkat tangan. (Ah, lebih baik tidak. Saya memilih “tidak”.) Memilih “Tidak”? Oke, oke. Ini demokratis. Kalau kalian bilang jangan berikan, ya kita tidak akan berikan. Sebenarnya saya sedang berpikir untuk memberikan mereka uang. Sekarang bagaimana? Baiklah, jika Anda bilang jangan, maka kita tidak akan berikan. Oke. Saya orangnya santai. Jika Anda bilang berikan, saya akan berikan; Jika jangan, maka jangan. Mudah. (Guru, akan lebih baik jika uang itu diberikan kepada koran yang kurang mampu.) Koran mana yang kurang mampu? (Keempat koran itu kurang mampu.) Keempat koran itu semua miskin? (Keempat koran itu semua miskin, Guru.) Oke. Baiklah kalau begitu. (...) Anda bisa beri masing-masing dari mereka seribu dolar. Masukkan ke amplop merah. (Oke.)

Orang-orang di dunia jurnalisme biasanya miskin, ya? Secara umum, jurnalis itu miskin. Tapi kami punya… (Kemiskinan adalah karma kami, Guru. Itu karma, makanya kami miskin.) Kami punya martabat sendiri. (Ya.) (Anda mengenal saya; kedua pria ini sudah mulai berkecimpung di dunia jurnalisme bahkan lebih awal. Kami sudah berkecimpung di dunia jurnalisme sekitar 30 tahun, tapi kami berhenti melakukannya kemudian.) (Kami tak bisa terus melakukannya.) Kami melakukannya demi martabat, bukan karena kami… (Lalu, selama hampir setahun ini…) Merasa gatal ingin melakukannya lagi, ya? (Setelah istirahat begitu lama, kami langsung terjun kembali. Tapi begitu terjun, pekerjaannya berat.)

Photo Caption: “Setiap Hal Indah Diciptakan untuk Mengingatkan Siapa pun akan RUMAH SEJATI!”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (6/12)
1
Kata-kata Bijak
2026-10-19
2226 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-10-20
1922 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-10-21
1898 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-10-22
1861 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-10-23
1724 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-10-24
1581 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Ringkas
2026-10-25
1439 Tampilan
Ringkas
2026-10-25
1453 Tampilan
Ringkas
2026-10-25
1589 Tampilan
32:00
Berita Patut Disimak
2026-10-24
740 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-24
1581 Tampilan
Lagu, Komposisi, Puisi dan Pertunjukan Maha Guru Ching Hai (vegan)
2026-10-24
1701 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-24
2220 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-23
2028 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh