Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Kita Semua Memiliki Hikmat Tuhan, Bagian 5 dari 9

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Kebanyakan wanita memakai riasan dan pakaian yang indah ketika mereka keluar dan bertemu orang lain yang tidak ada urusan dengan mereka. Dan suaminya, orang terdekat, orang terpenting dalam hidup mereka, mereka abaikan. Lalu menyalahkannya karena pergi makan malam, makan di restoran lain. Oleh karena itu, tidak terlalu penting untuk menikah atau apa pun, tetapi karena kalian sudah menikah, dan jika kalian mengeluh bahwa suami kalian tidak setia, maka kalian harus memeriksa penampilan kalian, atau... (Jika pria tidak setia, itu karena wanitanya.) Ya, ya, ya. Saya percaya itu. Saya percaya itu. Saya percaya itu. Terkadang kita para wanita mendominasi, suka memerintah, dan sulit dipuaskan. Juga, kita lupa bahwa setelah menikah, hanya berpikir, “Oke, aku sudah mendapatkannya. Selesai. Sekarang dia tak akan ke mana-mana. Aku sudah menangkapnya.” Kemudian selesai.

Kalian harus mengurus suami kalian setelah menikah, lebih dari sebelumnya, karena sekarang dia milik kalian. Dulu, kalian tidak peduli, mungkin dia bisa ke tempat lain atau menikahi orang lain, tapi sekarang dia milik kalian. Apa pun yang kalian miliki, Kalian harus merawatnya. Jika tidak, kalian akan kehilangan itu. Itulah hukumnya, karena apa pun yang tidak kalian hargai, Tuhan akan mengambilnya. Atau jika kalian tidak tahu cara memakainya atau tidak menghargainya, Tuhan akan berpikir, “Oke, kamu tidak suka itu. Aku akan mengambilnya dan memberikannya ke orang lain yang lebih menyukainya.” Benar, benar.

Jadi, kebanyakan orang percaya bahwa setelah menikah, wanita tidak perlu lagi merawat diri mereka sendiri – itu salah. Dan jika kalian berlatih, dan tidak merawat diri kalian sendiri, itu juga salah, karena kalian akan gagal dalam bisnis kalian, gagal dalam pernikahan kalian, dan hidup kalian akan sengsara, kecuali jika kalian ingin menjadi biarawati. Benar, saudara? Ya. Tidak apa-apa jika kalian sendirian, tetapi jika kalian memiliki anak, maka kalian juga memiliki kewajiban terhadap anak-anak untuk menjaga pernikahan kalian, juga, kewajiban terhadap suami karena kalian membuatnya tidak setia. Itu juga sangat tidak nyaman baginya, karena kebanyakan suami menghormati dan mencintai istrinya, percaya atau tidak. Sangat tidak nyaman bagi seorang suami untuk pergi dan berselingkuh dengan wanita lain. Itu sama sekali bukan keinginan terdalam dan tulus dari hatinya. Bukankah begitu, semua pria di sini, jawablah saya? (Ya.) Ya? Ya. Itu benar.

Jadi belakangan ini saya memakai riasan. Hanya agar kalian tahu bahwa lipstik ini tidak akan menutupi Cahaya Buddha (batin Surgawi) kalian, tidak akan mengubah situasi pencerahan batin kalian, dan cukup kerjakan tugas kalian, gunakan apa pun yang diberikan Tuhan untuk memperindah dunia dan memperindah hidup kalian. Tetapi jangan terikat kepadanya dan jangan menganggap hal-hal ini penting. Jika kalian memakai riasan, maka pakailah. Jika tidak, ya tidak. Tidak ada perbedaan di dalamnya. Setelah kalian lulus sebagai dokter, apakah kalian mengenakan pakaian lusuh atau pakaian indah, itu tidak memengaruhi pengetahuan dan posisi kalian. (Ya.) Tapi sebagai dokter, tentu saja lebih baik kalian mengenakan pakaian bersih dan rapi, sehingga orang-orang punya alasan lebih untuk menghormati kalian. Dan lebih mudah dalam hubungan atau transaksi, berbicara satu sama lain, membuat keduanya merasa nyaman. Kita tidak perlu menjadi jelek untuk menjadi Buddha. Menjadi Buddha yang jelek juga sangat jelek. […]

Saya menjadi biarawati. Itu hanya takdir saya dalam kehidupan ini bahwa saya harus berada di sana pada saat itu, melakukan pekerjaan seperti itu. Tapi itu sudah berlalu. Saya belum selesai di dalam, hanya di luar. Sekarang, mengapa saya menjadi biarawati, mencukur rambut, dan tidak memakai riasan seperti dulu? Hanya karena bagi saya, memakai riasan atau tidak, itu tidak penting. Tapi kini, karena saya melakukan pekerjaan ini, saya menyadari bahwa banyak orang tertipu oleh penampilan luar. Dan beberapa orang berpikir jika mereka menerima inisiasi dari saya, mereka harus meninggalkan suami mereka, dan tidak pernah memakai riasan lagi, dan tidak melakukan apa-apa, lalu hidup mereka akan menderita. Kemudian suami mereka tidak menyukai mereka, berpikir mereka telah berubah, atau tidak menyukai mereka, atau nantinya ingin menjadi biarawati.

Sebagian besar pria yang istrinya diinisiasi oleh saya terus menyulitkan istri mereka, karena tiba-tiba mereka berubah. Vegan, dia bisa menoleransi, tapi lalu tidak merias diri, tidak memakai perhiasan, tidak memakai pakaian. Tidak, maksud saya, tidak, tidak! Tidak memakai pakaian yang indah. Lalu apa selanjutnya? Mereka khawatir istri mereka akan meninggalkan rumah, meninggalkan anak-anak, dan menjadi biarawati seperti saya. Kemudian banyak surat dan semua keluhan ini, dan begitu banyak masalah. Jadi, saya berubah. Jika saya harus meninggalkan keluarga saya dan mengenakan pakaian lusuh untuk kalian, maka akan saya lakukan. Tapi jika saya harus meninggalkan pakaian lusuh lagi untuk kalian, maka akan saya tinggalkan. Pakaian lusuh dan karpet emas sama-sama hal duniawi. Berpegang erat pada salah satunya sama saja dengan ikatan. Mengerti? (Ya.)

Oleh karena itu, saya senang kalian memahami hal ini. Dan saya merasa lebih dekat dengan kalian. Kalian juga merasa lebih dekat dengan saya dengan cara ini. Jadi, kalian bisa memercayakan banyak masalah pribadi kalian kepada saya. Masalah pribadi, masalah keluarga, sepertinya itu tidak termasuk dalam bidang spiritual, tapi sebenarnya termasuk, termasuk. Karena apa gunanya bagi kalian jika saya mengajari kalian meditasi dan menjadi Buddha, sementara hidup kalian penuh penderitaan? Suami kalian dalam masalah, merasa sendirian, dan anak-anak kalian merasa tak bahagia karena keluarga yang terpecah dan berkonflik. Dan sekarang saya ingin membawa Surga untuk kalian, bukan neraka. Oleh karena itu, segala sesuatu yang bisa kalian gunakan di dunia ini untuk memperbaiki hidup kalian, memperindah lingkungan kalian, dan memperkuat pernikahan kalian, maka tolong pakailah itu. Pakailah, jangan terikat olehnya. […]

Photo Caption: Mencoba Melangkah Bersama ke Arah yang Benar!

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (5/9)
1
Antara Guru dan Murid
2026-01-23
2466 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-01-24
1866 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-01-25
1723 Tampilan
4
Antara Guru dan Murid
2026-01-26
1611 Tampilan
5
Antara Guru dan Murid
2026-01-27
1408 Tampilan
6
Antara Guru dan Murid
2026-01-28
1117 Tampilan
7
Antara Guru dan Murid
2026-01-29
1015 Tampilan
8
Antara Guru dan Murid
2026-01-30
956 Tampilan
9
Antara Guru dan Murid
2026-01-31
772 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
37:32
Berita Patut Disimak
2026-01-27
273 Tampilan
Jejak Budaya Di Seluruh Dunia
2026-01-27
249 Tampilan
Veganisme: Cara Hidup Mulia
2026-01-27
271 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-01-27
1407 Tampilan
Ringkas
2026-01-27
781 Tampilan
41:57
Berita Patut Disimak
2026-01-26
419 Tampilan
Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita
2026-01-26
372 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh